Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

Cara Memilih Trase Jalan Baru

Dalam merencanakan jalan baru, menarik trase jalan adalah hal yang pertama dilakukan. Trase jalan raya atau sering disebut sumbu jalan yaitu berupa garis-garis lurus saling berhubungan yang terdapat pada peta topografi suatu muka tanah dalam perencanaan jalan baru. Biasanya terdapat beberapa trase jalan yang dibuat, sehingga pada akhirnya dipilih salah satu trase yang dapat memenuhi syarat suatu perencanaan jalan. Trase jalan digunakan sebagai acuan membentuk lengkung jalan hingga perkerasan jalan.

Ada beberapa cara untuk memilih trase yang dapat memenuhi syarat bahwa suatu jalan layak digunakan, terutama jalan yang dibangun di area pegunungan dan hutan.

  • Trase diusahakan jalur terpendek.

Hal yang paling diutamakan perencana adalah jalan yang ekonomis. Ekonomis maksudnya suatu jalan dapat dibangun dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau. Maka dengan merencanakan trase yang pendek biaya dalam pembangunan jalan relatif kecil.

  • Tidak terlalu curam.

Salah satu syarat dalam merencanakan jalan adalah memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan (si pengemudi). Jalan yang terlalu curam akan membuat kendaraan menjadi berat akibat adanya gaya sentrifugal. Sehingga pengguna jalan tidak lagi menemukan kanyamanan saat menggunkan jalan tersebut.

  • Sudut luar (sudut tangen) tidak terlalu besar.

Sudut luar dalam menarik trase jalan akan sangat mempengaruhi keadaan jalan setelah dibangun. Perencana jalan diharapkan mampu merencanakan jalan dengan tikungan yang kurang dari 90 derajat. Agar tikungan yang terbentuk tidak terlalu tajam, sehingga aman bagi pengguna jalan.

  • Galian dan timbunan

Galian (cut) dan timbunan (fill) merupakan hal yang juga sangat diperhatikan dalam merencanakan jalan. Biasanya dalam merencanakan jalan, besar timbuan dan galian telah ditentukan terlebih dahulu. Agar biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan suatu bangunan jalan tidak lebih besar dari yang tersedia. Perencana jalan harus merencanakan trase jalan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi galian dan timbuanan yang terlalu besar. Caranya dengan menarik garis trase pada elevasi muka tanah yang tidak terlalu jauh perbedaan ketinggian antara awal dengan akhir.

Oleh: Juliana Frisaini

  1. ilmusipil.com Melihat janji gubernur tentang banjir dan kemacetan jalan
  2. ilmusipil.com Jenis dan Fungsi Lapisan Perkerasan Jalan Raya
  3. ilmusipil.com Jalan yang bagus itu tidak selalu baik
  4. ilmusipil.com Perbandingan jalan beton dan aspal
  5. ilmusipil.com Marka Jalan
  6. ilmusipil.com cara mengatasi kemacetan jalan di jakarta
  7. ilmusipil.com Penyebab kemacetan jalan raya
  8. ilmusipil.com LAMPU PENERANGAN LALU LINTAS
  9. ilmusipil.com Jalan baru rusak, salah siapa?
  10. ilmusipil.com Persimpangan Pada Jalan
  11. ilmusipil.com Bendung Tradisional Tabat
  12. ilmusipil.com Penyebab terjadinya kecelakaan mobil di jalan tol
  13. ilmusipil.com Menghitung tebal perkerasan jalan raya
  14. ilmusipil.com Quo Vadis Rekayasa Jalan Raya
  15. ilmusipil.com Dinamika CFD
  16. ilmusipil.com Cara Memilih Trase Jalan Baru
  17. ilmusipil.com Cara gubernur jakarta mengatasi banjir dan kemecetan
  18. ilmusipil.com Tol Cinere Jagorawi dan Efek Positif
  19. ilmusipil.com Klasifikasi Jalan Menurut Wewenang

1 Comment

Add a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com