Cara membuat website teknik sipil atau arsitektur

Buku adalah warisan peradaban, begitulah kata singkat yang dapat menggambarkan betapa pentingnya menulis ilmu yang kita ketahui, namun sekarang sudah zaman informasi jadi kehadiran buku sudah bisa digantikan dengan website atau blog. Ilmu yang kita tahu pasti akan hilang begitu saja jika tidak diikat dengan cara menuliskanya, bisa jadi lenyap karena sakit atau musnah setelah kematian, Padahal setiap ilmu yang kita punya akan dimintai pertanggung jawaban di akherat dengan sebuah pertanyaan “Untuk apa ilmu engkau gunakan?” sedikit berbeda dengan pertanyaan mengenai harta yaitu “Dari mana harta engkau dapat dan untuk apa engkau gunakan?” jadi akan sangat disayangkan sekali apabila hanya menyimpan ilmu di otak tanpa pernah membagikan atau mengamalkanya,Ingat sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat. Disini akan kita coba uraikan gambaran singkat tentang bagaimana cara membuat website teknik sipil atau arsitektur sehingga dapat menjadi media online untuk berbagi ilmu di dunia internet.

 

Proses membuat website teknik sipil atau arsitektur

  1. Memilih nama domain website misalnya ilmusipil.com, dalam memilih nama usahakan sebagus mungkin, singkat dan dapat menggambarkan tentang isi blog yang akan kita buat.
  2. Berkunjung ke website perusahaan penyedia jasa penjualan domain dan server hosting, di indonesia kita kenal Masterweb disitu kita bisa mengecek apakah nama pilihan kita sudah ada yang menggunakan? apabila masih available maka bisa langsung dipesan, jika ada yang bingung bisa menanyakan ke customer sevice malalui yahoo masanger, SMS atau telpon.
  3. Melakukan pembayaran atas pembelian peket nama domain dan hosting yang telah kita pesan, harga termurah sekitar Rp.100.000,00/tahun. dan pada tahun berikutnya  harus kita perpanjang agar website tetap aktif.
  4. Konfirmasi pembayaran dan pengaktifan server yang sudah kita pesan. disini kita diberikan username dan pasword untuk masuk ke server dengan alamat namadomain.com/cpanel
  5. Masuk ke cpanel dan bisa mempelajari terlebih dahulu beberapa menu yang ada.
  6. Memilih software website, ada bermacam pilihan yang bisa digunakan seperti WordPress, Blogspot, Drupal, joomla dan yang lainya.
  7. Menginstal software di server, ikuti saja panduan yang ada. apabila bingung bisa mencari tutorial yang banyak bertebaran di internet atau dengan melihat buku panduan.
  8. Sampai disini website kita sudah aktif dan bisa diakses dari seluruh penjuru Indonesia maupun Dunia.
  9. Selanjutnya tinggal menghias website, mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. anggap saja sebagai catatan yang suatu saat bisa dibuka kembali.
  10. Masalah promosi website tidak perlu dipikirkan terlalu dalam, karena jika kita membuat webiste yang bermanfaat maka secara otomatis ada saja yang datang untuk membukanya.

 

Begitulah gambaran inti tentang bagaimana cara membuat website dengan tema bangunan maupun yang lainya, kuncinya adalah mau mencoba-coba, belajar dan tidak pantang menyerah. kegagalan dalam membuat website seringkali karena kita menginginkan sesuatu yang instant sehingga ketika hal-hal yang diharapkan tidak kunjung didapat maka menyerah begitu saja, padahal kalau mau menunggu dan berinovasi lebih maka hanya masalah waktu yang akan membuktikan. penulis berharap seluruh sarjana teknik sipil,arsitektur atau jurusan lainya semuanya mempunyai website atau blog sehingga bisa saling berbagi ilmu untuk berpikir dengan banyak kepala. Lalu apakah ilmusipil.com tidak takut tersaingi? tidak 🙂 justru penulis merasa senang dengan banyak sahabat website sejenis di internet, lagipula akan banyak ilmu baru yang bisa dibaca dan dipelajari dari saudara saudari kita diseluruh penjuru Nusantara, jadi silahkan membuat website yang sebaik mungkin 🙂

2 Comments

  1. begiras 29 November 2012
  2. irfan 4 December 2012

Leave a Reply