Cara membeli rumah kpr

Membeli rumah melalui kredit kepemilikan rumah ( KPR ) bisa jadi cara untuk memiliki rumah impian dengan dana terjangkau dan dalam waktu yang cepat, namun jika kurang perhitungan tentunya dapat menimbulkan beban dikemudian hari, kali ini ilmusipil berbagi pengalaman membeli rumah kpr melalui bank  mengenai pertimbangan dalam memilih lokasi, menentukan harga rumah, dan bagaimana agar keinginan kita disetujui bank penyedia KPR.

kenapa memlih membeli rumah melalui KPR?

jika belum punya rumah

saat ini sedang mengangsur KPR seharga 300 ribu/ bulan dan nantinya setelah 8 tahun rumah sudah menjadi milik sendiri kalaupun  tidak sanggup membayar angsuran ya anggap saja bayar kos. sedangkan biaya sewa kos atau rumah kontrakan di jakarta berkisar antara 300 ribu s/d 2,5 juta perbulan dan tentunya harga tersebut  terus naik tanpa bisa memiliki rumah tersebut.

jika punya uang banyak

sekarang ini mencari uang pinjaman tunai kepada bank cukup sulit, jadi alangkah baiknya uang tersebut digunakan sebagai modal usaha, kita dapat pahala karena membuka lapangan kerja, sementara hasilnya disisihkan untuk angsuran rumah KPR.

Bagaimana cara memilih rumah KPR?

berbagai pertimbangan perlu dipikirkan dalam memilih lokasi rumah KPR diantaranya:

  • lokasi rumah sebisa mungkin dekat dengan lokasi kerja atau usaha
  • Akses jalan ketempat kerja atau usaha bagus, melewati alam atau pemandangan yang dapat menyegarkan pikiran.
  • dekat dengan fasilitas publik seperti tempat ibadah, sekolah favorit, rumah sakit dll.
  • Arah hadap rumah juga menentukan. arah hadap ke timur akan mendapat sinar matahari yang sejuk diteras rumah dipagi hari. arah hadap barat dapat melihat matahari tebenam disore hari tapi kepanasan pada teras disiang hari, dapat di imbangi dengan penanaman pohon peneduh.
  • disetujui anggota keluarga tentunya.

Bagaimana memilih model rumah KPR ?

Rumah KPR rata – rata mempunyai konstruksi standar dengan kualitas dan model desain yang belum tentu sesuai harapan, jadi lebih baik fokus untuk memilih lokasi tanah yang baik dan masalah model rumah nanti bisa direnovasi.

Bagaimana cara agar keinginan kita membeli rumah KPR disetujui bank ?

nah.. ketika sudah berhasil memilih lokasi dan model rumah yang tepat, tentunya kita tidak ingin kalau permohonan KPR kita ditolak oleh bank. sederhana sekali cara perhitunganya

  • bank hanya akan menyetujui angsuran maksimal 30% x gaji perbulan kita, lebih dari itu angsuran dinilai memberatkan kita.
  • saat ini jika gaji kita dibawah 2,5 juta / bulan. selamat! kenapa? karena masuk nominasi untuk mendapat subsidi pemerintah dengan syarat untuk pembelian rumah pertama. dan tentunya mendapat nilai angsuran yang lebih kecil bahkan bisa sampai setengahnya.

Bagaimana menentukan jumlah dan waktu angsuran KPR?

jumlah angsuran adalah harga beli rumah yang di tawarkan pengembang dikurangi uang muka yang kita bayar. nantinya bank akan menentukan jumlah angsuran dan lamanya, untuk menghtungnya dapat menggunakan fasilitas kalkulator KPR dari bank BTN caranya masuk ke web http://btn.co.id/ kemudian klik pada menu kalkulator KPR pada pojok kanan atas.

BANK apa saja yang menyediakan KPR?

Dalam memilih bank yang akan di gunakan sebagai penyedia jasa KPR, sebaiknya kita memilih bank yang sudah terpercaya dalam menyediakan KPR. hal ini demi keamanan angsuran kita dan dokumen surat – surat rumah yang jadi jaminan. misalnya:

  • BANK BTN
  • BANK MANDIRI
  • BANK BRI
  • BANK BNI

Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk membeli rumah KPR ?

Pada saat mengajukan permohonan KPR ke bank kita gak perlu repot – repot karena biasanya pengembang akan memberi tahu kita apa dokumen dan syarat – syarat yang dibutuhkan. sebagai gambaran dokumen tersebut diantarany:

  • Surat keterangan gaji yang bekerja/ penghasilan bagi yang usaha
  • Surat keterangan belum memiliki rumah atau sedang menumpang dari RT dimana kita sekarang tinggal, ini bagi yang ingin mendapat subsidi pemerintah.
  • Foto kopi ktp
  • foto kopi kartu keluarga
  • foto kopi tabungan di bank tersebut.

setelah semua syarat dipenuhi, dan disetujui, tentunya kita harus mengangsur tepat waktu agar tidak  terkena denda tunggakan atau rumah KPR kita disita dan ditempel stiker ” RUMAH INI DALAM PENGAWASAN BANK … “

104 Comments

  1. Wahyu Eko Setiawan 26 March 2010
    • ahadi 27 March 2010
      • Wahyu Eko Setiawan 27 March 2010
    • Yazid Darwish Alk-Busstomi 23 June 2012
  2. dinar septiyani 12 April 2010
    • ahadi 12 April 2010
  3. panca 27 May 2011
    • Tony Ahmad 27 July 2012
  4. Sujatmiko 22 June 2011
    • ilmusipil.com 22 June 2011
  5. ratna 23 June 2011
    • leny yati 28 May 2012
  6. ahadi 23 June 2011
  7. Veby 24 June 2011
  8. dedi ramdani 29 June 2011
    • hafid 28 August 2012
      • maulana 14 May 2015
      • sri Isnswati 10 November 2015
        • sri Isnawati 10 November 2015
  9. anita 29 June 2011
  10. aya 2 August 2011
  11. Rita 11 August 2011
  12. dimas 7 September 2011
  13. dede supriyatna 8 October 2011
  14. irwan 10 October 2011
  15. irwan 10 October 2011
  16. Fuad 18 October 2011
  17. widi 1 November 2011
  18. widi 1 November 2011
  19. anna 1 December 2011
  20. iin 13 December 2011
  21. zeni 19 December 2011
  22. indah setiawati 15 January 2012
  23. Harun Rosid 17 January 2012
  24. Ahmad sofian sitorus 23 January 2012
    • Budi 1 August 2016
  25. fachry 24 January 2012
  26. miszyseob 21 February 2012
  27. wiwik/fia 23 February 2012
  28. Gie 29 February 2012
  29. abdullah 12 March 2012
  30. anitapurba 9 April 2012
  31. jeni 10 April 2012
  32. jaya 2 May 2012
  33. jual rumah makassar 9 May 2012
  34. Yayan 17 May 2012
  35. Evi Mariana 13 June 2012
  36. komarudin 14 June 2012
  37. DESI RAHMATITIN 18 June 2012
  38. rajendra 24 June 2012
  39. nanang 21 July 2012
  40. wahyu hernawan 26 July 2012
  41. wahyu hernawan 26 July 2012
  42. Tony Ahmad 27 July 2012
  43. teguh 28 July 2012
  44. sri rubi 4 August 2012
  45. Yudie 10 August 2012
  46. peppy 23 August 2012
  47. mohammad tamrin 29 August 2012
  48. Nadzar Kamal 12 September 2012
  49. faisol roji 15 December 2012
  50. yulan 15 December 2012
  51. yayan setiawan 31 December 2012
  52. winata 20 January 2013
  53. renny 8 February 2013
  54. ahmad farok 13 March 2013
  55. eko 13 March 2013
  56. katree 18 March 2013
  57. Umi hafidho 28 March 2013
    • ilmusipil.com 29 March 2013
  58. gustav 18 April 2013
  59. styakurniawan 24 April 2013
  60. Begix Zls 25 May 2013
  61. Leni Icha 25 May 2013
  62. novi 24 July 2013
  63. Erwan Setiawan 7 September 2013
  64. wiraswasta 22 September 2013
    • wiraswasta 22 September 2013
  65. sudiartini 7 October 2013
  66. rudiansyah 4 March 2014
  67. tiara 5 August 2014
  68. nissa 5 August 2014
  69. Luchen 12 September 2014
  70. hartato 5 December 2014
  71. asep sumpena 5 December 2014
  72. Aim Subarjat 2 February 2015
  73. Aaj Kal 4 March 2015
  74. rizky 14 March 2015
  75. muhendi bedur 14 March 2015
  76. siti fatimah 15 March 2015
  77. Naroso 19 March 2015
  78. tian 4 April 2015
  79. eduard manik 14 April 2015
  80. budi 21 April 2015
    • Ahadi 22 April 2015
  81. adi 27 May 2015
  82. hermanto 30 June 2015
  83. sandra 14 September 2015
  84. suroso 17 October 2015
  85. Rosi 16 November 2015
  86. indri dianti 22 December 2015
  87. UNIFAHIAN 5 May 2016
  88. UNIFAHIAN 5 May 2016
  89. Dwi cahyo utomo. 3 September 2016

Leave a Reply