kurva S ilmusipil

Cara agar pelaksanaan proyek konstruksi sesuai dengan jadwal kurva S

Kurva S itu dibuat untuk dijadikan sebagai jadwal pelaksanaan, bukan hanya sekedar pelengkap dokumen administrasi proyek atau hiasan dinding direksi keet saja. banyak keuntungan yang akan didapat jika bisa menyelesaikan proyek sesuai jadwal atau lebih cepat lebih baik, sebaliknya akan ada banyak kerugian jika pelaksanaan proyek terlambat melebihi waktu kontrak, kontraktor bisa terkena denda keterlambatan, atau jika terlambatnya parah maka kontraktor bisa terkena black list alias daftar hitam sehingga tidak diperkenankan mengikuti tender proyek berikutnya. untuk itu perlu tahu beberapa tips agar setiap step pekerjaan bisa berjalan sesuai dengan koridor waktu yang sudah digariskan dalam kurva S, berikut beberapa tipsnya

kurva S ilmusipil

kurva S ilmusipil

Cara agar pelaksanaan proyek konstruksi sesuai dengan jadwal kurva S

  1. Mulai proyek lebih awal atau ada yang bilang mencuri start. disini bukan curang lho.. dengan melaksanakan proyek sebelum jadwal dimulai berarti kita punya tambahan waktu, misalnya dengan mengerjakan item pekerjaan yang bisa dibuat diluar lokasi proyek, seperti beton precast, besi begel, pintu jendela, dll.
  2. Memastikan pekerjaan yang masuk kedalam lintasan kritis agar bisa selesai secepat mungkin, karena pekerjaan itu mempengaruhi bisa atau tidaknya melaksanakan item pekerjaan yang lainya, misalnya untuk memasang struktur balok maka kolomnya harus selesai dulu, jadi penyelesaian kolom harus dipantau agar tidak terlambat dari jadwal.
  3. Keluar dari koridor jadwal kurva S untuk mengejar progress dan pembayaran proyek, yah.. kadang-kadang juga perlu bandel dengan tidak mengikuti aturan. ada situasi tertentu yang jika mengikuti jadwal justru akan menjadikan pekerjaan terlambat karena dana tidak tersedia, hal ini bisa terjadi karena dulunya sang pembuat kurva S kurang jeli dalam memperhitungkan hubungan antara metode kerja – anggaran – dan progress. jadi bisa beralih ke pekerjaan lain yang berpotensi meningkatkan progress proyek.
  4. Memperbanyak tenaga kerja dan merawatnya dengan baik agar semangat dalam memaksimalkan kinerjanya.
  5. Mendatangkan alat-alat proyek sesuai dengan kebutuhan.
  6. Menggunakan methode kerja tercepat, termurah dan terbaik.
  7. Mempercayakan masing-masing item pekerjaan kepada subkontraktor yang ahli pada bidang tersebut, jadi akan lebih mudah dalam memantau dan memastikan pekerjaanya selesai tepat waktu.
  8. Yang kedelapan apa ya?

Beri Komentar

Alamat Email tidak akan ditampilkan.

*