Bendung Tradisional Tabat

Bendung adalah suatu bangunan air dengan kelengkapannya yang dibangun melintang sungai atau sudetan yang sengaja dibuat dengan maksud untuk meninggikan elevasi muka air sungai. Apabila muka air di bendung mencapai elevasi tertentu yang dibutuhkan, maka air sungai dapat disadap dan dialirkan secara gravitasi ke tempat-ternpat yang mernerlukannya. Bendung tradisional adalah bendung dengan konstruksi dan cara pemasangan yang sederhana. Bendung ini menggunakan material yang terdapat di alam seperti bambu, kayu, batuan sungai, jerami dll. Salah satu bentuk bendung yang termasuk bendung tradisional adalah Tabat. Tabat adalah bendungan kayu yang dapat membuat kawasan gambut tetap basah dan lembab.

 

Tabat berada di Kalimantan Tengah, dalam artikel di antaranews.com, dituliskan bahwa kegiatan menyekat parit air di sekitar lahan dan hutan gambut terkenal dengan sebutan “menabat”, diambil dari kata dasar “tabat”. Tujuannya untuk menjaga air tetap berada di lahan gambut, bukan menutup seluruh saluran itu dengan tanah atau bebatuan karena hal tersebut bisa mengubah ekosistem gambut.

 

Penabatan juga tidak bisa dilakukan secara sembarangan, perlu ada kajian khusus untuk mencari tahu berapa jumlah dan sebaran yang perlu dibuat di sepanjang saluran. Selain itu, jenis dan banyaknya materi penyekat akan sangat bergantung pada dimensi ukuran fisik parit termasuk panjang, lebar, kedalaman, dan jarak antar-parit. Selain itu, kemiringan lahan juga harus diketahui agar dipastikan jumlah sekat yang dibutuhkan. Jumlah penyekat untuk satu ruas saluran/parit disesuaikan dengan kemiringan atau topografi lahan gambut, tinggi muka air tanah yang diharapkan untuk naik, dan kecepatan aliran air di dalam parit/saluran.

 

Keuntungan Tabat

Seperti halnya bendungan tradisional lain, tabat bersifat ramah lingkungan. Dilihat dari aspek ekologis, bendung ini memiliki pengaruh yang besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta keberlanjutan lingkungan yang tinggi. Ruang di antara batuan pembentuk bendung, memungkinkan ikan dan fauna lainnya bermigrasi ke hulu, dengan demikian adanya ruang dalam tubuh bendung tradisional ini juga menurunkan angka sedimentasi di hulu bendung, karena aliran sedimen akan masuk pada celah-celah dan ruang di antara batu-batuan tersebut.

Keuntungan lain yang didapatkan oleh masyarakat dengan keberadaan tabat ini adalah cadangan air untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, keberadaan tabat bisa mencegah kebakaran, parit yang ditabat juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat budidaya ikan. Berbagai jenis ikan gabus, ikan biawan, dan ikan lele bisa dikembangbiakkan di parit-parit yang disekat atau danau dan rawa berair hitam.

Leave a Reply