Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil bangunan pemecah gelombang

Salah satu aspek dari pelabuhan dan juga ilmu-ilmu aplikasi sipil laut adalah pemecah gelombang yang juga disebut sebagai breakwater. Pada pelabuhan fungsi pemecah gelombang sangat diperlukan untuk membuat kolam labuh di mana kapal-kapal dapat bersandar dengan tenang. Pada hakekatnya fungsi pemecah gelombang,sesuai namanya, memecah energi potensial gelombang air laut berkecepatan tertentu dengan korelasi tinggi gelombang tertentu sehingga gelombang yang ditransmisikan berenergi lemah. Kelemahan ini direkayasa dengan maksud tertentu, misalnya tadi untuk pelabuhan agar kapal merapat dengan tenang, di sisi lain agar gelombang tidak erosif (abrasi) akibatnya daratan tidak “termakan” laut, atau untuk maksud tertentu seperti untuk wisata bahari.

pemecah gelombang

Dalam perkembangannya pembuatan dan konstruksi pemecah gelombang dapat dibagi menjadi 3 generasi. Yang pertama adalah penumpukan batu-batu besar. Pada mulanya orang berpikiran bahwa bangunan yang dapat menghadapi gelombang yang besar adalah bangunan yang mempunyai berat yang besar. Semakin besar beratnya akan semakin kuat menghadapi gempuran gelombang. Itulah sebabnya batu-batu boulder 2 Ton dihadirkan di laut untuk menghadapi energi yang besar dari gelombang laut. Kemajuan pemikiran berkembang ketika didapati bahwa susunan batu-batu tersebut ambrol. Para insinyur kemudian meneliti bahwa batu-batu boulder tersebut harus mempunyai keterkaitan atau interkoneksi antar unit. Seiring dengan semakin susahnya cadangan batu alam (boulder) atau tidak adanya cadangan di sekitar lokasi maka digagaslah bentuk-bentuk batu buatan (artifical stone) dengan memperbaiki nilai interkoneksinya. Pada tahap ini dimulailah generasi ke 2 namun dengan basis pemikiran yang sama yaitu unit batu pelindung berat. Untuk memperoleh berat yang dimaksud maka dimensi batu besar. Contoh dari batu-batu ini adalah Dolos, tetrapod, x-block, hexablock dlsb.

 

Generasi ke dua didominasi dengan bentuk-bentuk menjari karena diharapkan dapat membuat interkoneksi antar unit ketika dimasukkan ke dalam laut. Kata diharapkan sengaja dipakai karena untuk membuatnya demikian sangatlah sulit sesuai dengan model di laboratorium karena dimensi yang besar dan berat serta medan di laut. Namun demikian jika dibandingkan dengan generasi pertama interkoneksi generasi ke dua lebih baik tetapi masih bersifat random. Random artinya pada satu bagian interkoneksi sangat baik,di bagian lain sedang dan di bagian lainnya tidak baik (renggang). Nah kondisi ini sangatlah akan berakibat buruk pada jangka panjang karena bagian yang berinterkoneksi buruk akan lepas menyebabkan menurunkan bagian yang sedang serta bagian yang baik dan akhirnya rontok semua. Hal ini seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini

bangunan pemecah gelombang

 

Ini contoh di Port de Sein,Portugal dengan berat 110 Ton/unit bisa terusak susunannya walaupun posisi pada permukaan (penataan pertama tertata rapi tapi ini daerah dengan gaya maksimum).

 

Generasi ke 3 dimulai dengan penelitian seorang ilmuwan dan insinyur dari UGM yaitu Ir. Wasi Tri Pramono MASc.,PhD. Pada telitiannya beliau menemukan dan mengukur secara simultan (pada t yang sama) tiga gaya yang bekerja pada saat gelombang pecah (gelombang mengenai bangunan breakwater). Dari penelitian tersebut kemudian beliau di University of Windsor menciptakan apa yang disebut sebagai Integrated Armour System. Disebut sebagai generasi ke 3 karena mulai dari pendekatan masalah serta bentuknya sangat jauh berbeda dengan konsep yang melatarbelakangi kedua generasi sebelumnya. Integrated Armour System atau disingkat sebagai IAS mendasarkan dari distribusi gaya pecah pada satu batuan ke batuan di belakangnya, demikian seterusnya dan seterusnya sampai gaya menghilang karena gaya dibelokkan oleh slope. Perambatan gaya dilakukan melalui konektor khusus yang melalukan gaya desak dan gaya tarik. Dengan mekanisme kerja seperti ini maka tidak diperlukan batuan-batuan yang besar. Susunannya yang berpelana kuda membuat konstruksinya tahan akan goncangan gempa yang sering terjadi dan juga sangat kuat menghadapi tsunami (kekuatan desak hingga 200 T ) oleh: TP Adiwijaya.

ilmu sipil
  1. Jenis Pelabuhan

11 Komentar

  • RizkyMF says:

    Insinyur Indonesia memang hebat :D

  • rooney says:

    hmmm…siipp,perjuangkn trs..

  • faturrohim says:

    dengan jaminan umur berapa lama ( tahun ) bangunan pemacah gelombang tersebut dalam menjamin abari pantai yang dinukilkan atas bangunan tersebut, bos mohon perlengkap okey

  • Kiki Novelentina says:

    Generasi ke 4..
    Who??
    Studi Kasus Pelabuhan Dumai…..

  • MEMED AHMAD SYAFIIE says:

    salam? untuk beli kebutuhan proyek lapangan sepak bola dan pinggir pantai silahkan kunjungi
    apraindo.com

  • bagus says:

    bagi teman2 yg punya pengalaman di DED Pelabuhan silakan email ke saya sugab70@yahoo.com thx

  • erna irvan philya says:

    salut untuk pak wasi tri pramono yg mau melakukan penelitian breakwater…

  • erwin says:

    sangat mendukung

  • marwan says:

    Salam Sejahtera.
    saya mahasiswa tingkat akhir d salah satu universitas swasta di riau.
    saya mau bertanya giman cara nya mengitung jumlah dermaga pelabuhan fery roro yang di butuh kan.
    berdasarkan data arus penumpang orang dan kendaraan yang menyebrang
    mohon bantuannya ya.
    wassalam..

  • johan says:

    PAK BISA MINTA EMAILKAN KAH MATERI TENTANG MERCU SUAR PANTI KE ALAMAT EMAIL SAYA JUJUR AJA SAYA ADA MAKALAH TENTANG MERCU SUAR DI DAERAH SAYA TOLONG DI BANTU

  • widodo says:

    jasa pemasangan paving (borong kerja)
    siap mengerjakan dimanapun lokasi.
    harga bisa di negoisasikan
    hub 081332066991
    widodo

Komentari

*
*