Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

Bahan Bangunan

Bahan/material yang digunakan dalam pelaksanaan proyek, persyaratan mutunya harus sesuai dengan dokumen kontrak. Bahan yang digunakan memenuhi persyaratan dan peraturan yang ditetapkan, antara lain:

  1. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI 1971)
  2. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan-bahan Bangunan Indonesia (PUBI 1982)
  3. Peraturan Muatan/ Pembebanan Indonesia (PMI 1981)
  4. Peraturan Semen Portland Indonesia (NI-08)
  5. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (PPBBI 1983)
  6. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI 1961)
  7. Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL 1977)

Selain itu material tersebut juga mudah diperoleh sehingga menghemat waktu dan biaya serta menjaga kelancaran pekerjaan. Pengiriman bahan disesuaikan dengan keperluan dan jadual pelaksanaan proyek, sehingga bahan tidak disimpan terlalu lama dan memakan tempat yang nantinya dapat merusak kualitas dari bahan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan dan penyiapan bahan bangunan adalah:

  1. Pemilihan kualitas bahan bangunan yang baik.
  2. Penyimpanan material yang baik sesuai dengan sifat dan kepekaan material terhadap kondisi lingkungan.
  3. Jumlah material yang disediakan sesuai dengan kebutuhan.
  4. Biaya untuk pembelian bahan bangunan diusahakan seminimal mungkin tanpa mengurangi kualitas bahan bangunan.
  5. Bahan bangunan sebisa mungkin berasal dari daerah sekitar lokasi proyek sehingga mudah untuk transportasinya.
  6. Stocking material (penumpukan material) yang baik sehingga urutan pemakaian material konstruksi sesuai dengan urutan kedatangan material.
  7. Pemakaian bahan bangunan harus sesuai dengan kebutuhan proyek.

Beberapa bahan bangunan yang dipakai pada tempat penulis kerja praktek antara lain :

  • Semen portland
  • Agregat ( halus dan kasar )
  • Air kerja
  • Baja tulangan
  • Beton Ready Mix
  • Bata ringan Aeroblock
  • Kawat bendrat
  • Paku
  • Kayu dan Plywood film
  • Plywood Phenol Film
  • Calbond (Super bonding agent) / Lem Beton
  • Kawat ayam
  • Oli Bekisting (oil form)
  • Curing Compound
  • Decking
  • Smart Grip ALC-Thin Bed (Perekat bata ringan)
  • Embedded Precast Panel

Oleh : Chairil Nizar

Untuk penjelasan dari masing-masing bahan bangunan akan dijelaskan pada artikel berikutnya ..

  1. ilmusipil.commenghitung kebutuhan keramik
  2. ilmusipil.comagregat halus kasar
  3. ilmusipil.comJenis cacat kayu bahan bangunan
  4. ilmusipil.comAir yang baik sebagai bahan bangunan
  5. ilmusipil.comAksesoris bahan bangunan
  6. ilmusipil.comsifat fisik dan mekanik kayu bahan bangunan
  7. ilmusipil.comcara tes tanah
  8. ilmusipil.comCara menghitung berat material bangunan
  9. ilmusipil.comMenghitung material rumah itu tidak sederhana
  10. ilmusipil.comJenis Material Bangunan
  11. ilmusipil.comperbandingan baja dan beton
  12. ilmusipil.comBahan Bangunan
  13. ilmusipil.comsemen portland
  14. ilmusipil.comprecast panel dan chain block
  15. ilmusipil.comSupplier bahan bangunan yang pembayaranya bisa dihutang
  16. ilmusipil.comAlat bahan dan tenaga kerja proyek
  17. ilmusipil.comLEM BETON KAWAT AYAM OLI BEKISTING
  18. ilmusipil.comCara pengawetan kayu bahan bangunan
  19. ilmusipil.comPlafond gypsum tidak tahan terhadap kebocoran air hujan

3 Comments

Add a Comment
  1. P kah mtu suatu bhn bngunan tu trgntung pd kpsitas kdr pmbuatnnya,trus apkh jenis” bhn bangunan yang ad di indonesia sdh di ktagorikan sbagai stndar yg dittpkan di indonesia krn yg sya lht trnyat msih ad jg jenis” bhn bngunan indonesia yng tdk relatif ckup baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ilmusipil.com © 2009 - 2014IlmuSipil.com