Aspal jalan Raya

Siapa yang tidak tahu aspal? Setiap orang pasti pernah melalui jalan yang beraspal. Dalam ilmu ketekniksipilan, aspal merupakan salah satu jenis material yang berwarna hitam yang sering digunakan dalam perkerasan jalan raya. Dalam perkerasan jalan, aspal paling sering digunakan sebagai bahan pengikat karena memiliki ikatan yang kuat dengan agregat dan keras pada suhu kamar. Selain itu aspal juga memiliki tekstur yang lunak/cair pada suhu tinggi, sehingga mudah membalut agregat dan dapat mengisi rongga- rongga diantara agregat.

Berdasarkan cara diperolehnya aspal dibagi menjadi dua jenis , yaitu aspal alam dan aspal buatan. Contoh aspal alam adalah aspal gunung dan aspal danau. Sedangkan contoh aspal buatan adalah aspal minyak (aspal yang berasal dari penyulingan minyak) dan tar (hasil penyulingan batu bara). Aspal yang berasal dari penyulingan batu bara sangat jarang digunakan karena cepat mengeras, mudah berubah karena temperatur, dan beracun.

Aspal sering juga disebut bitumen. Hal ini disebabkan karena aspal berasal dari hidrokarbon yang berbahan dasar bitumen. Aspal yang paling umum digunakan saat ini adalah aspal yang berasal dari salah satu proses destilasi minyak bumi. Aspal yang paling sering digunakan untuk membuat perkerasan jalan adalah aspal semen, karena sifatnya yang kedap air, tahan terhadap zat kimia, sehingga dapat digolongkan kedalam aspal bermutu baik.

Sebagai bahan pengikat untuk perkerasan lentur, perencana dapat melakukan berbagai pemeriksaan yaitu pemeriksaan untuk aspal keras dan pemeriksaan untuk aspal cair.

Pemeriksaan terhadap aspal keras meliputi pemeriksaan penetrasi, pemeriksaan titik lembek, pemeriksaan titik nyala dan titik bakar dengan cleveland open cup, pemeriksaan penurunan berat aspal, kelarutan aspalĀ  dalam karbon tetra klorida, daktilitas, berat jenis aspal keras, dan viskositas kinematik. Pemeriksaaan terhadap aspal cair yang umum dilakukan yaitu viskositas kinematik, pemeriksaan titik nyala dengan tag open cup, daktilitas aspal cair, penyulingan aspal cair dan kadar air.

Sumber Perkerasan Lentur Jalan Raya, Silvia Sukirman, halaman 59

oleh: Arif fadillah

2 Comments

  1. firmansyah 19 March 2011
  2. ririn 13 December 2013

Leave a Reply