Apakah kerja di Kontraktor itu enak?

Haloo kawan-kawan.. kali ini kita akan membahas tentang satu topik yang seringkali menjadi kontroversi yaitu “Apakah kerja di kontraktor itu enak?’ jawabanya tentu saja bervariasi, tergantung situasi dan kondisi. namun tak jarang yang bilang  sangat enak kerja di kontraktor, bahkan ada pegawai bank yang bilang kalau mau kerja di kontraktor karena memandang lebih enak, alasanya cukup sederhana, katanya kerja di kontraktor gajinya besar. he.. he.. ya.. bisa benar, bisa juga tidak, kalau kebetulan ketemu manajemen kontraktor yang baik hati ya gajinya bisa dibuat besar, tapi kalau ketemu manajemen yang pelit ya gajinya diirit-irit. Tapi ingat! ini baru ngomongin uang lho.., bagaimana jika dilihat dari sisi waktu, kebebasan hidup, dan yang lainya. kalau sudah menyangkut masalah ini pasti tidak lagi berpikir bahwa bekerja di dunia kontraktor itu seratus persen menyenangkan 🙂 o.k untuk lebih jelasnya mari kita ungkap sisi enak dan tidaknya bekerja di dunia konstruksi.

 

Iya kerja di kontraktor itu enak? alasanya yaitu

  1. Gajinya besar, rata-rata minimal dua kali upah UMR pada kota dimana kita bekerja.
  2. Kerjanya pindah-pindah proyek, sehingga bisa berganti suasana kerja, bukan lingkungan itu-itu saja yang dilihat bertahun-tahun.
  3. Teman kerja berganti-ganti setiap kali pindah proyek, jadi banyak kenalan. asal jangan kenalnya saat satu proyek saja, selesai proyek lari entah kemana 🙂

Oh Tidak, kerja di kontraktor itu sangat tidak enak? alasanya adalah

  1. Kerja di kontraktor itu tidak mengenal waktu, kerjanya siang malam sehingga sangat sedikit waktu untuk berkumpul keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat tinggal.
  2. Ada kemungkinan ditempatkan diseluruh wilayah indonesia, mau seumur hidup merantau dan  jauh dari keluarga?
  3. Banyak yang bilang bahwa dunia proyek itu orang-orangnya rata-rata berkelakuan kurang baik, banyak yang korupsi, banyak yang …, ya itu kan dulu, sekarang orangnya sudah baik-baik kok, mungkin kita bisa memberi contoh dilingkungan tersebut tentang bagaimana menjadi baik.

 

Ya.. itulah sebagian alasan enak dan tidaknya bekerja di kontraktor. memang begitulah kenyataanya, ada pepatah bilang bahwa rumput tetangga itu lebih hijau, atau pepatah jawa bilang bahwa hidup itu sawang sinawang, terlalu mudah untuk bilang bahwa pekerjaan orang lain itu lebih enak dari diri sendiri, padahal jika dilihat lebih jauh sebenarnya sama saja, sama-sama ada enaknya dan sama-sama ada sisi buruknya, jadi apapun profesi yang kita jalani saat ini maka jalanilah dengan senang hati, yang kerja di kontraktor bekerjalah dengan baik, yang kerja dibidang selain kontraktor juga jalani dengan bagus, tapi boleh-boleh saja sambil kerja kita mencari ilmu dan pengalaman agar pada saatnya nanti bisa menjadi pemilik usaha entah itu kontraktor maupun dibidang lainya 🙂

10 Comments

  1. rujito 10 September 2014
  2. Ahmad Firdausy 24 June 2016
  3. sopiyan 16 September 2016
  4. kokomiskanda 24 September 2016
  5. Ahmad hafidz 12 March 2017
  6. Andri wilianto 26 May 2017
  7. Dave 7 February 2018
  8. colous 24 March 2018
  9. nanang 6 June 2018
  10. Dwi fitrianti 10 April 2019

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.