Analisa keuntungan menjual mobil untuk membeli tanah atau rumah

Kali ini kita berdiskusi tentang analisa keuntungan menjual mobil untuk membeli tanah atau rumah dilihat dari segi harga dan fungsi apakah untung atau rugi. Ya.. kita perlu menganalisa denga baik sebelum mengambil keputusan apakah mau pilih membeli tanah atau tetap mempertahankan mobil agar bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, kita bebas memilih dan tentunya masing-masing punya konsekuensi yang harus kita timbang dengan sebaik mungkin, o.k langsung saja kita mulai analisanya

 

Analisa harga mobil dan tanah
Contohnya Harga mobil Toyota Avanza bekas= Rp.150.000.000,- sedangkan Tanah kavling dilokasi yang cukup strategis ukuran 8m x 14m = Rp.1.500.000,-/m2 x 112 m2 =Rp.156.800.000,-
Harga mobil cenderung menurun atau bisa jadi tetap, sedangkan harga tanah terus naik, dengan perbedaan naik turun antara harga mobil dan tanah tersebut maka ada kemungkinan kita bisa menjual tanah dikemudian hari, hasil penjualanya bisa kita gunakan untuk membeli mobil lagi dengan harga yang sama, Nah.. enaknya yaitu kita masih dapat dana sisa dari selisih kenaikan harga jual tanah sebagai keuntungan yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

mobil vs tanah

mobil vs tanah

Analisa fungsi mobil dan tanah
Mobil biasa digunakan antara lain untuk alat transportasi, gengsi gede-gedean, biar terlihat wah.. gila.. mobilnya bagus 🙂
Tanah biasa digunakan untuk tempat bercocok tanam, tempat usaha, tempat tinggal, tabungan properti, dan ada juga yang membeli banyak tanah agar terlihat kaya dalam pandangan masyarakat atau dengan kata lain biar terlihat wah… gila… tanahnya banyak 🙂
Jadi mobil tergolong sebagai kebutuhan sekunder yang keberadaanya bisa digantikan dengan alat transportasi lain entah itu naik angkutan umum, sepeda motor, jalan kaki, dan yang lainya. Sedangkan tanah tergolong sebagai kebutuhan pokok alias primer yang keberadaanya tidak bisa digantikan, bisa saja sih.. kalau kita sudah bisa membangun perumahan diatas laut.

 

Kesimpulanya yaitu dengan menjual mobil untuk membeli tanah maka dalam waktu dekat kita kehilangan alat transportasi yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, sementara tanah masih perlu dikelola agar bisa memberikan keuntungan entah itu dengan cara disewakan, dibangun ruko, ditanami, dan sebagainya. Namun dalam waktu jangka panjang harga mobil bekas cenderung menurun karena setiap waktu selalu muncul varian baru dengan harga bersaing, sementara stock tanah tidak meningkat namun peminatnya semakin banyak seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, dan sudah jadi prinsip ekonomi kalau permintaan lebih banyak dari persediaan maka harganya akan meningkat. Jadi kita bisa menjual mobil jika tidak mengganggu aktifitas transportasi sehari-hari dan menggunakan dana hasil penjualanya untuk membeli tanah, saya pribadi lebih memilih tanah daripada mobil, lalu bagaimana analisa atau pandangan menurut saudara-saudari 🙂

5 Comments

  1. Jefry Dewangga 12 May 2015
  2. vera 17 May 2015
  3. rofinto 14 May 2016
  4. mahda 21 August 2016
    • Ahadi 23 August 2016

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.