Ilmusipil.com Media Berbagi Ilmu Teknik Sipil dan Arsitektur

teknik sipil Alat bahan dan tenaga kerja proyek

SISTEM PENGADAAN

ALAT, BAHAN, DAN TENAGA KERJA

Penyediaan alat kerja dan bahan bangunan serta tenaga kerja pada suatu proyek memerlukan manajemen yang baik untuk menunjang kelancaran pekerjaan. Penggunaan alat dan bahan yang dipilih, serta kebutuhan tenaga kerja harus sesuai dengan standar dan kondisi di lapangan.

Peralatan kerja yang digunakan terdiri dari alat-alat berat dan alat-alat pelengkap lainnya, baik yang digerakkan secara manual atau mekanis. Pemilihan jenis peralatan yang akan digunakan dalam suatu pekerjaan merupakan faktor penting yang mempengaruhi proses penyelesaian suatu pekerjaan secara cepat dan tepat. Pertimbangan dari segi biaya sehubungan dengan penggunaan peralatan harus tetap ada, artinya harus ada optimasi dari harga produksi per satuan waktu untuk setiap peralatan yang digunakan. Selama pelaksanaan pekerjaan di proyek, pemeliharaan dan perawatan peralatan terutama untuk alat-alat berat harus dilakukan secara rutin, sehingga kondisi alat selalu baik dan siap pakai. Hal ini sangat penting agar dalam pelaksanaan nanti tidak terhambat karena adanya kerusakan pada peralatan kerja.

Penyimpanan bahan-bahan bangunan perlu mendapat perhatian khusus, mengingat bahan yang sangat peka terhadap kondisi lingkungan, seperti semen dan tulangan yang sangat dipengaruhi oleh air dan udara. Penempatan bahan yang tepat dan seefisien mungkin juga perlu diperhatikan untuk dapat mempercepat dan mempermudah pekerjaan. Di samping itu, penempatan bahan yang baik dan tertata rapi akan mendukung efektifitas kerja dan keselamatan kerja. Pengaturan penyimpanan bahan-bahan bangunan dan peralatan pada suatu proyek menjadi tanggung jawab bagian logistik (material management) dan gudang (warehouse).

Bahan/material yang digunakan harus sesuai dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat- syarat Teknis) dan telah mendapat persetujuan dari konsultan MK (Manajemen Konstruksi) dengan menunjukkan contoh-contohnya. Pihak konsultan MK memeriksa bahan/material yang datang secara langsung, apakah bahan itu sesuai dengan contoh atau tidak. Jika disetujui, maka pekerjaan dapat dilanjutkan, namun jika tidak, maka diganti sesuai dengan permintaan konsultan MK atau sesuai dengan RKS.

Tenaga kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan suatu proyek karena pengaruhnya yang cukup besar terhadap biaya dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan proyek. Namun perlu diperhatikan juga bahwa manusia merupakan sumber daya yang kompleks dan sulit diprediksi sehingga diperlukan adanya usaha dan pemikiran lebih mendalam dalam pengelolaan tenaga kerja. Dalam manajemen tenaga kerja terdapat proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan:

a.       Penentuan ukuran dan jumlah tenaga kerja.

b.      Recruitment dan pembagian tenaga kerja kedalam kelompok kerja.

c.       Komposisi tenaga kerja untuk setiap jenis pekerjaan.

d.      Pengendalian jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan selama proyek berlangsung.

e.       Perencanaan, scheduling, pengarahan dan pengawasan kegiatan tenaga kerja.

Bahan konstruksi yang akan digunakan juga harus melalui beberapa prosedur terlebih dahulu.

Adapun prosedur tersebut adalah seperti pada gambar 1.1 berikut :

Dalam pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi, tentunya diperlukan alat-alat penunjang yang akan turut menentukan keberhasilan suatu proyek konstruksi. Bangunan gedung tingkat tinggi (high rise building) dalam pelaksanaannya memerlukan dukungan peralatan berat. Pengadaan peralatan konstruksi dilakukan dengan 2 cara yaitu:

a.       Pengadaan yang dilakukan sendiri oleh pihak kontraktor, yaitu dengan menggunakan peralatan yang dimilikinya sendiri berupa invetaris perusahaan ataupun yang dibeli saat proyek berjalan.

b.      Pengadaan yang dilakukan dengan melibatkan pihak luar, yakni pihak pemilik persewaan peralatan konstruksi. Cara ini harus dilakukan jika pihak kontraktor tidak memiliki sendiri peralatan-peralatan konstruksi tertentu yang perlu untuk digunakan dalam pembangunan proyek, sehingga harus menyewa dari pihak luar.

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemesanan bahan/material, yaitu:

a.       Identifikasi jenis dan jumlah bahan. Pemesanan suatu bahan harus didahului dengan proses pengamatan dan pemilihan bahan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan desain. Setelah diketahui spesifikasi bahan yang digunakan, maka dilanjutkan dengan penentuan jumlah bahan yang dibutuhkan untuk setiap pekerjaan konstruksi. Perhitungan jumlah kebutuhan bahan disesuaikan dengan rencana pekerjaan yang nantinya akan dibagi berdasarkan satuan yang tersedia di pasaran, dalam hal ini bahan yang disediakan oleh supplier.

b.      Pertimbangan akan kualitas bahan biasanya didasarkan pada nama baik produsen dan supplier yang menyediakan bahan bermutu baik, yang telah diketahui oleh kontraktor.

c.       Faktor harga menjadi hal yang perlu dipertimbangkan karena semakin murahnya harga bahan maka biaya pengeluaran proyek dapat diperkecil. Hal ini tentu saja akan menguntungkan kontraktor. Saat kontraktor memutuskan untuk menggunakan bahan dengan harga termurah, aspek kualitas bahan tidak boleh dikesampingkan.

Waktu pengiriman bahan sejak pemesanan dilakukan juga harus menjadi pertimbangan. Walaupun lokasi supplier dekat dengan proyek, namun jika pihak supplier tidak tanggap merespon pemesanan dan pendistribusian bahan, maka ada kemungkinan schedule akan terganggu akibat keterlambatan pengadaan bahan.

Bahan konstruksi yang akan digunakan juga harus melalui beberapa prosedur terlebih dahulu, Adapun prosedur tersebut adalah seperti pada gambar berikut :

aprovel material

Diagram Alir Proses Material Approval

ilmu sipil
  1. sifat fisik dan mekanik kayu bahan bangunan
  2. perbandingan baja dan beton
  3. Aksesoris bahan bangunan
  4. Menghitung material rumah itu tidak sederhana
  5. Supplier bahan bangunan yang pembayaranya bisa dihutang
  6. menghitung berat besi
  7. cara tes tanah
  8. Bahan Bangunan
  9. cara penyambungan bambu dan kegunaannya
  10. Jenis Material Bangunan
  11. Plafond gypsum tidak tahan terhadap kebocoran air hujan
  12. Jenis cacat kayu bahan bangunan
  13. Nama granit dan marmer import
  14. waterproofing untuk mengatasi bocor
  15. Air yang baik sebagai bahan bangunan
  16. Alat bahan dan tenaga kerja proyek
  17. Cara menghitung berat material bangunan
  18. Lokasi yang bagus untuk toko bangunan
  19. Modal membuka toko bahan bangunan

Komentari

*
*

Current ye@r *