Akibat kesalahan mendesain jalan raya

Jalan yang bagus lancar dan aman merupakan idaman seluruh masyarakat entah itu pengendara kendaraan bermotor, pejalan kaki sampai dengan warga yang tinggal disekitar jalan tersebut, lalu bagaimana jika ternyata ada kesalahan perencanaan jalan raya? bermacam akibat bisa terjadi dari mulai kecelakaan ringan sampai yang terberat yaitu berpotensi menjadi penyebab hilangnya nyawa orang. Kekeliruan apakah yang mungkin terjadi dan apa saja akibat dari kesalahan mendesain jalan raya? mari kita uraikan disini dengan harapan dapat menjadi gambaran bagi para insinyur teknik sipil maupun masyarakat umum dalam merencanakan, membangun dan memelihara jalan raya.

 

Daftar kesalahan dalam mendesain jalan raya dan akibatnya

  1. Jalan dengan tikungan tajam dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan.
  2. Jalan dengan tanjakan atau turunan tajam juga dapat menjadi tempat terjadinya kecelakaan lalu lintas.
  3. Perhitungan ketebalan dan pemilihan material jalan raya yang salah, misalnya lebih kecil dari kebutuhan sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan maka bisa amblas atau jalan berlobang.
  4. Jalan lurus dengan jarak jauh tanpa ada tikungan bukanlah sesuatu yang bagus karena pengendara motor atau mobil bisa mengantuk karena tidak perlu berkonsentrasi untuk melewati tikungan.
  5. Lebar jalan yang terlalu lebar melebihi kapasitas kebutuhan kendaraan yang lewat juga dapat menyebabkan pengendara ugal-ugalan, mengemudi dalam kecepatan penuh karena merasa jalanan lenggang.
  6. Lebar jalan yang terlalu sempit kurang dari kebutuhan jumlah kendaraan yang lewat maka dapat menimbulkan kemacetan.
  7. Posisi penyebrangan atau pindah arah kendaraan yang terlalu jauh, dapat menyebabkan pengendara malas untuk lewat jalur putaran tersebut sehingga mencari jalan alternatif lain milsanya dengan melawan arah arus lalu lintas.
  8.  Posisi rel kereta api yang melintang pada jalan utama seringkali merepotkan sopir untuk berhenti menunggu dibukanya palang sampai kereta sudah lewat, hal ini juga dapat menyebabkan kemacetan.
  9. Pemilihan rute atau jalur jalan yang terlalu jauh dapat memperboros penggunaan energi kendaraan dan lamanya waktu tempuh perjalanan.
  10. Posisi trotoar sebagai tempat khusus pejalan kaki yang tidak disiapkan dengan bagus maka pejalan bisa menggunakan jalan raya atau sebaliknya kendaraan lewat di trotoar.
  11. Tanamn hijau disekitar jalan juga perlu disiapkan agar pengendara tetap nyaman dan dalam suasana hati sejuk sehingga tetap sopan dalam mengendarai kendaraan bermotor.

NB: Standar perencanaan jalan yang bagus, seperti sudut tikungan maksimal, sudut tanjakan maksimal dan yang lainya dapat mengikuti perkembangan peraturan pemerintah, bisa berupa standar nasional indonesia (SNI), peraturan dari departemen pekerjaan umum (PU) dan yang lainya.

 

Begitu banyak hal-hal yang bisa jadi merupakan kesalahan kecil dan dilakukan dalam waktu singkat saat merencanakan jalan, namun akibatnya bisa berlangsung dalam waktu yang panjang dan menimbulkan kerugian tidak sedikit, nah.. bagi yang punya pengalaman dalam merencanakan, membangun atau menggunakan jalan raya yang desainya salah bisa berbagi disini 🙂

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.